Kamis, 01 April 2021

BERDIRI TEGUH DALAM INJIL

Pembicara: Pdt. Samuel M. Karundeng.



Paskah berbicara tentang kematian dan kebangkitan Yesus. Jika Yesus hanya mati dan tidak bangkit, maka sia-sia iman kepercayaan kita karena kita akan binasa dalam dosa kita. Tapi kita bersyukur, pada hari yang ketiga Yesus bangkit. KebangkitanNya dari kematian menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang hidup. 


Dalam firman Tuhan pagi ini, saya beri Judul: TEGUH BERDIRI DI DALAM INJIL


1 Korintus 15:1-4 (TB)  Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.

2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 

4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; 


Ayat 3 di mulai dengan kata: yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu. 


Kata "sangat penting" KBBI: sangat utama, sangat pokok atau sangat berharga.


Apakah yang sangat penting yang disampaikan oleh Rasul Paulus itu?

Ay.1-2: Adalah Injil.


Apa sebenarnya Injil itu?

Alkitab disebut Injil. Injil itu adalah kabar baik dan benar. Tidak semua kabar baik adalah kabar yang benar. Karena baik belum tentu benar. Paulus sebut Injil sesuatu yang penting disampikan karna injil itu kabar baik dan kabar benar.


Apa kabar baik dan kabar benar dari Injil itu? Yesus telah mati bagi dosa-dosa kita dan pada hari yang ketiga Ia di bangkitkan.


Dimana kabar benarnya? Apa yang disampaikan oleh Rasul Paulus itu sesuai kitab suci (tidak menyimpang dari kitab suci). Kitab Suci dalam TL: Nas Alkitab. Dalam terjemahan BIS: Tertulis dalam Alkitab.


Alkitab adalah firman Tuhan, bukan firman manusia. 


Jangan geser Alkitabmu dengan yang lain, jangan geser kebenaran firman Tuhan dengan yang lain. Karena firman Tuhan adalah kabar baik dan benar, tidak pernah sampaikan kabar bohong atau tidak benar.


Paulus berkata: Yesus mati bagi dosa-dosa kita. Apa artinya ini? Artinya jika Yesus tidak mati maka kita tidak memiliki keselamatan. Karena Yesus mati berarti Yesus benar-benar dikuburkan. Orang yang dikuburkan karena mengalami fase kematian. Karena Yesus benar-benar mati makanya Ia dikuburkan. Waktu Yesus bangkit dari kematian, Yesus mengalahkan kuasa maut atau kuasa kematian itu. Dan kebangkitanNya dari orang mati membuktikan bahwa Yesus adalah Allah yang berkuasa.


Sebagai orang percaya, karena injil adalah kabar baik yang didalamnya kita diselamatkan, kita harus teguh berdiri di dalam injil itu. Artinya  jangan mau digeser oleh apapun dari injl: karena pasangan, jabatan dll.


Apa arti teguh berdiri dalam Injil?

1. Filipi 1:27. Hidup berpadanan (sesuai, selaras) dengan injil Kristus. Gaya hidup kita harus sesuai, selaras, sesuai dengan injil Kristus.

# Dalam pekerjaan

# Dalam Kuliah atau pendidikan

# Dalam berpakaian

# Dalam berdagang


2. I Korintus 15:58. Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan.

Selalu: tidak berhenti, tidak ada alasan untuk berhenti.

# TL: senantiasalah berusaha dalam pekerjaan Tuhan.

# BIS: Bekerjalah terus untuk Tuhan dengan sungguh-sungguh.

# T. Lain: senantiasa berkelimpahan dalam pekerjaan Tuhan.

# T. Lain: bersungguh-sungguhlah dalam pengabdianmu kepada Tuhan.


Apa pekerjaan Tuhan? Adalah pelayanan yang ada di dalam gereja dan diluar gereja.


3. Tetap percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

# Imannya hanya kepada Yesus.

# Hati2 dengan tawaran di pandemic ini yang membuat orang percaya menyangkal Yesus.


Kenapa harus tetap percaya?

Kisah Para Rasul 4:12 (TB)  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."





Minggu, 21 Februari 2021

IMAN BIJI SESAWI

IMAN BIJI SESAWI

Pdt. Samuel M. Karundeng.



Minggu, 21 Februari 2021


Matius 17:20 (TB)  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. 

Matius 13:32 (TB)  Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

Sesawi yang dimaksud disini bukanlah sayuran sawi seperti yang kita kenal, tapi tumbuh di Isrel dan berkembang sampai ke eropa dan india. Sesawi adalah  merupakan sayuran rempah-rempah.

Alkitan berkata Biji Sesawi adalah benih yang paling kecil dari semua jenis benih. Diameternya kurang lebih 1 mm. Jadi sangat kecil sekali. Namun biji sesawi ini ketika di tanam, bisa tumbuh besar dan tinggi bisa sampai kurang lebih 3 meter atau  3000 kali lipat dari ukuran bijinya.

Biji sesawi itu adalah gambaran dari sesuatu yang kecil tetapi dapat bertumbuh menjadi sesuatu yang besar. Firman Tuhan menulis tentang Biji sesawi ini dihubungkan dengan iman kita, "Sekiranya kamu mempunyai Iman sebesar biji sesawi saja..."


Ada 3 hal yang akan kita lihat tentang Iman Biji Sesawi ini.


1. Kepada siapa Yesus mengatakan tentang Iman sebesar biji sesawi ini.

Mat.17:20. "Sebab Aku berkata kepadamu" Bukan kepada orang lain yang tidak percaya dan tidak mengenal Yesus, tapi menunjuk kepada murid-murid Yesus. Orang yang selalu bersama Yesus, yang selalu mendapat pengajaran dari Yesus. Murid- murid itu berbicara juga tentang kita orang percaya, "Ia berkata kepada mereka (murid-mridNya)."


2. Mengapa Yesus mengatakan tentang Iman Biji Sesawi ini kepada murid-muridNya?

Matius.17: 20. Karena mereka kurang percaya.

Dimana kita melihat murid-murid itu kurang percaya?

Mat.17:14-19. Karena mereka tidak dapat mengusir roh jahat dari seorang anak.

Cerita ini di tulis dalam 3 Injil, Matius menulis anak ini sakit Sakit Ayan. Ayan dalam bahasa medis adalah Epilepsi. Epilepsi adalah gangguan organ tubuh yang menyerah sistim otak. Markus 9: Sakit bisu dan tuli, penyebabnya kerasukan roh Jahat. Mat.17, kerasukan roh jahat. 

Ayah anak ini sudah membawanya kepada murid-murid Yesus, tapi murid-muridNya itu tidak bisa mengusir roh jahat dari anaknya itu. Karena itu dia membawa anaknya tersebut kepada Yesus.

Mengapa murid-muridNya tidak bisa mengusir roh jahat itu? Karena mereka kurang percaya. 

Kurang percaya itu artinya:

1. Percaya tapi tidak percaya.

2. Percaya tapi tidak percaya kepada kuasaNya.

3. Percaya tapi tidak mempercayakan hidupnya kepada Yesus.

Percaya dalam bhs Ibr: "Aman" yang artinya keadaan yang benar dan dapat diandalkan untuk menyatakan rasa percaya kepada  Allah dan firmanNya.

Iman dan percaya itu pada dasarnya keduanya sama. Hanya saja perbedaannya adalah Iman itu kata benda, Percaya itu kata kerja.

Murid-murid Yesus yang melihat banyak mujizat dan mendapat banyak pengajaran dari Yesus ternyata mereka kurang percaya sehingga tidak dapat mengusir setan itu.

Mengapa sampai mereka kurang percaya?

Matius 17:20-21. Karena mereka kurang berdoa dan kurang berpuasa. Iman biji sesawi didapat dengan didukung doa dan puasa. 


3. Apakah Iman Sebesar Biji Sesawi itu?

a. Iman yang kecil tetapi di tujukan kepada Allah yang besar.

Iman biji sesawi adalah sesuatu yang terlihat kecil dimata manusia tetapi berharga di mata Allah.

# Kita bisa dalam cerita tentang Daud yang kecil melawan Goliat (I Samuel 17:40-51)

Sebelum terjadi pertempuran itu, Goliat sempat menganggap remeh Daud dengan berkata, "anjingkah aku sehingga engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Meskipun Daud kecil dan diremehin Goliat tapi Daud punya iman kepada Allah. Apa yang terjadi, Goliat Tumbang.


# Kita bisa lihat juga dalam kisah wanita pendarahan. (Mat.9:18-22)

Wanita ini sudah pergi berobat ke berbagai tabib dimana-mana, namun penyakitnya tidak sembuh-sembuh, sampai akhirnya wanita ini mendengar tentang Yesus, sehingga sekali waktu Yesus datang dengan kerumunan orang banyak sehingga wanita ini sulit bertemu dengan Yesus. Tapi karena imannya kepada Yesus, wanita ini berusaha menyelinap ditengah-tengah kerumunan orang banyak itu dan berkata, "Asal kujamah saja jubahNya aku akan sembuh". Itulah iman biji sesawi. Kecil tapi di tujukan kepada Allah yang besar.


b. Iman yang hidup.

Hidup artinya tidak statis tapi bertumbuh, berkembang dan menghasilkab buah. Iman yang hidup ini akan kita memiliki waktu kita bersandar dan berharap kepada Allah yang hidup.


c. Iman pribadi kita (Mat. 17:17, Mark.9:22-24). 

Kata "Aku percaya" menunjukkan Iman Pribadi.


d. Iman yang Kontekstual.

Iman kontekstual adalah Iman yang peka dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi (ay.15).

Mat.17:20. Kata memindahkan gunung dalam ayat Ini tidak sedang berbicara demonstrasi memindahkan gunung. Tapi ayat ini berbicara tentang sesuatu yang mustahil. Tapi karena ada iman sebesar biji sesawi, hal yang mustahil (tidak mungkin atau masuk akal) menjadi tidak mustahil. Iman itu bicara percaya pada sesuatu yang belum terjadi tapi di percaya akan terjadi.




Sabtu, 13 Februari 2021

MEMPERTAHANKAN IMAN (Bag.2)

Minggu, 14 Februari 2021.



B. BAGAIMANA CARA MEMPERTAHANKAN IMAN 

Ada 5 Cara mempertahankan Iman.

1. Selalu Berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Kata "Jemu" dalam KBBI: Bosan, tidak suka lagi

Jemu dalam Alkitab artinya tidak menyerah, tidak kehilangan hati.

Mengapa kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu?

a. Karena banyak orang suka jemu berdoa.

b. Karena jawaban doa itu bisa tertunda dalam waktu yang lama (seperti yang ditulis dalam kisah janda ini).

Lukas 18:4 (TB)  Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun,

5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."

Kalau Tuhan menunda doa kita, itu karena waktunya Tuhan belum tiba dalam hidup kita atau kata lainnya ada rencana Tuhan tertentu dalam hidup kita.

Ex: Yohanes 11: Tentang Lazarus di bangkitkan.

# Yesus menunda membangkitkan Lazarus

Ex: Kej. 40, 41 : Tentang Yusuf dalam Penjara.

# Juru minuman melupakan Yusuf dalam Penjara.

Saat kita mengalami jawaban doa yang tertunda, disitulah kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu.

c. Karena Tuhan menguji ketekunan kita berdoa.

Lukas 18:7 (TB)  Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

2. Kita Harus memiliki Hati Nurani yang Murni. I Timotius 1:19. 

Hati Nurani yang murni itu lawan kata dari hati yang kotor atau keras.

Hati Nurani yang Murni, menurut KBBI: Hati yang mendapat cahaya Tuhan.

Menurut Alkitab, Hati Nurani Yang Murni: Hati yang di penuhi dengan kebenaran firman Tuhan. Merekalah yang mampu mempertahankan imannya di akhir zaman. Orang yang hatinya tidak murni, iman mereka akan kandas di akhir zaman.

Hati Nurani yang murni:

# bukan berarti tidak ada kesalahan, tapi dia mau di ajar oleh kebenaran firman Tuhan. 

# Dia selalu bergumul dalam kebenaran. 

# Bukan berarti sudah sempurna, tapi ia membawa hidupnya menuju kesempurnaan. 

Kisah Para Rasul 24:16 (TB)  Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. 

3. Tanah Hati Kita, Jangan yang berbatu-batu.

Matius 13:20-21 (TB)  Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.

21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

4. Kita Harus Sungguh-sungguh mencari Tuhan.

Ibrani 11:6 (TB)  Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. 

Ibrani 10:25 (TB)  Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. 

5. Kita Harus Rela Menderita.

2 Timotius 1:12 (TB)  Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. 


Sabtu, 06 Februari 2021

MEMPERTAHANKAN IMAN

MEMPERTAHANKAN IMAN.


Pdt. Samuel M. Karundeng

MEMPERTAHANKAN IMAN.

Lukas 18:1-8 (TB)  Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun.

3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.

4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun,

namun karena janda ini menyusahkan aku, 5 baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."

6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!

7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Perikop yang sudah kita baca yang ada 8 ayat di dalamnya, diakhiri dengan sebuah pertanyaan yang berhubungan dengan iman. "Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" Ay.8b.

Kenapa perikop ini diakhiri dengan kedatangan Yesus yang kedua kali?

Anak manusia disini adalah Yesus. Kedatangan Yesus disini menunjuk kepada kedatanganNya yang kedua kali.

Lukas 17-18 ada 2 kali di tulis tentang kedatangan Yesus yang kedua kali. Jadi tidak heran kalau ayat ini diakhiri dengan kedatangan Yesus.

Apa yang bisa kita lihat dan renungkan dari perkataan Yesus: "Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

a. Tersirat kesedihan hati Yesus.

Dalan TL "Adakah Aku jumpa di atas bumi ini"?

b. Apakah pertanyaan Yesus ini menyentuh hati kita atau biasa-biasa saja? 

c. Apakah pertanyaan Yesus akab membuat kita semakin beesungguh-sungguh mengikut Yesus dan berubah?

d. Berarti iman itu bukan perkara sederhana dan mudah di pertahankan.

e. Pertanyaan ini ada ada dua jawaban dengan dua kemungkinan?

# Iman masih didapatkan tapi hanya sedikit.

# Iman tidak didapatkan lagi.


A. MENGAPA IMAN DI AKHIR ZAMAN SULIT DIPERTAHANKAN?

1. Karena Iblis tau waktunya sudah dekat.

Wahyu 12:12 (TB)  Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat." 

Karena Iblis tau waktunya sudah singkat. Karena itu Iblis turun menyerang iman orang percaya dengan geramnya yang dahsyat.

"Geram": Marah sekali, naik darah.

"Dahsyat": hebat, luar biasa, menakutkan, mengerikan.

Waktu mereka lihat Iblis menyerang dengan geramnya yang dahsyat, maka mereka akan takut dan tidak mampu mempertahankan imannya. Jadi tidak salah kalau Yesus berkata, "jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Cara marahnya Iblis:

1 Petrus 5:8 (TB)  Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Untuk apa Singa/Iblis mengaum? 

Untuk menebar ketakutan kepada binatang lain. Orang Kristen yang imannya biasa-biasa saja, mereka itulah yang akan ditelan oleh Iblis.


2. Karena mereka murtad.

1 Timotius 4:1 (TB)  Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

Kata "Murtad"

TL: Gugur dari pada iman.

BIS: Mengingkari Kristus.

T.Lain: Meninggalkan imannya.

Kenapa mereka bisa murtad di akhir zaman? Karena merekan mengikuti roh-roh penyesat dan setan-setan.

Sering terjadi dalam hidup orang yang sedang dalam tekanan: misalnya utang-piutang, sakit penyakit, dll. Mereka akan cari solusi cara yang cepat kepada dukun-dukun, orang pintar, Taipak, dll. Inilah yang disebut dengan roh-roh penyesat.


3. Karena Langit dan Bumi akan Hancur.

2 Petrus 3:10-13 (TB)  Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.  

11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 

12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. 

Karena itu 1 Petrus 2:11 (TB)  Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.

Dibumi ini kita hanya pendatang dan perantau. Artinya bumi ini bukan tempat tinggal kita. Karena bumi ini akan di bakar oleh Tuhan.

B. BAGAIMANA CARA MEMPERTAHANKAN IMAN (bersambung minggu depan)










Senin, 09 November 2020

JANGAN PADAMKAN ROH



1 Tesalonika 5:19 (TB)  Janganlah padamkan Roh, 


Ayat ini termasuk ayat yang pendek dalam Alkitab dan merupakan sebuah nasehat yg diberikan bagi orang percaya, "Janganlah padamkan Roh".

Kata "Roh" disini ditulis dengan huruf besar yang menunjuk kepada Roh Kudus.

Rasul Paulus berkata "Jangan padamkan Roh".

Kata "Padam" itu artinya mati, tidak menyala atau tidak berkobar lagi.

Apa yang bisa kita pelajari dari nasehat "Jangan padamkan Roh" ini? 

1. Roh Kudus di gambarkan seperti api. Band Kis. 2. Waktu Roh Kudus di curahkan pada Hari Pentakosta, disana di jelaskan bahwa Roh Kudus seperti lidah-lidah api memenuhi murid-murid di loteng Yerusalem.

2. Roh Kudus yang seperti api itu bisa padam.

Artinya Roh Kudus itu bisa menyala dan bisa juga padam.

Karena itulah kita dinasehatkan "jangan padamkan Roh Kudus"  itu dalam hidup kita.

Ada 4 hal yang akan kita lihat terkait "Jangan padamkan Roh" ini.


1. Apa artinya memadamkan Roh?

Memadamkan Roh artinya memadamkan karya Roh Kudus atau peranan Roh Kudus di dalam kehidupan kita.

Jemaat Tesalonika adalah jemaat yang mengalami karya Roh Kudus yang luar biasa dalam hidup mereka. Mereka izinkan Roh Kudus berkarya dalam hidup mereka:

# Jemaat Tesalonika menjadi penurut2 Allah

# Mereka bersuka cita menerima kebenaran Firman Tuhan walau mereka alami penindasan yang berat.

# Kehidupan mereka menjadi kesaksian.

# Mereka meninggalkan berhala-berhala dalam hidup mereka lalu mengikuti Allah yang mereka percayai.

# Mereka menjadi jemaat yang menantikan kedatangan Yesus ke-dua kali.

Masihkah peranan Roh Kudus itu kita alami dalam hidup kita ataukah sudah padam perananNya itu dalam hidup kita? Hanya saudara dan Tuhan sendiri yang tahu.


2. Bagaimana kita dapat memadamkan Roh Kudus dalam hidup kita?

a. Kita dapat memadamkan Roh Kudus lewat kemalasan ( malas beribadah, malas berdoa, malas membaca dan merenungkan firman Tuhan, malas melayani Tuhan). Ibr. 10:25, Rom. 12:11.

b. Menganggap rendah karunia-karunia Roh.

I Tes 5:20. Nubuat-nubuat itu bicara karunia roh.

Firman Tuhan katakan jangan menganggap rendah karunia-karunia Roh.

Menganggap rendah itu artinya: meremehkan, menghina, menista.

Nubuat artinya pesan dari Allah yang disampaikan Allah melalui seseorang atau melalui nabi-nabinya

Nubuat ini biasanya berhubungan dengan hal-hal yang akan datang di kemudian hari.

Waktu kita meremehkan karunia nubuat berarti kita sedang tidak mau menerima pengajaran firman Tuhan.

Dan waktu kita tidak mau menerima pengajaran  firman Tuhan itu sama dengan kita sedang memadamkan Roh dalam hidup kita. 2 Timotius 3:16-17

c. Melalui Dosa atau Kejahatan

1 Tesalonika 5:22 (TB)  Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. 

Segala jenis kejahatan artinya segala bentuk, segala rupa, segalam macam kejahatan. Kejahatan dalam ayat ini sinonimnya adalah dosa.

Dosa itu seperti air yang di curahkan kedalam api. Jadi waktu kita hidup dalam dosa sama artinya kita sedang menyiram (memadamkan) api Roh Kudus dengan air.

Kata "menjauhkan diri" artinya menjauhkan diri kita dari segala kemungkinan untuk tidak mau menjadi alat kejahatan atau menjadi kaki tangan kejahatan.

Ada dua dosa di Akhir Zaman.

# Dosa media sosial.

- Media sosial bisa digunakan untuk hal-hal yang baik dan bisa juga untuk hal yang tidak baik.

- Media Sosial bisa digunakan untuk hal-hal yang berguna dan bisa juga untuk hal-hal yang tidak berguna.

- Jika Media Sosial digunakan untuk hal-hal yg tidak baik dan tidak berguna itu akan menjadi dosa. 

Ex: untuk menipu, sebar berita hoax, melakukan fitnah, dll.

I Kor 6:12; Rom 12:2

# Dosa hawa nafsu.

Kalau dosa hawa nafsu ini dihubungkan dengan sex, itu artinya mencari kesenangan melalui aktifitas yang tidak benar. 

Contoh:

- Melakukan hubungan sex antara laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan.

- Melakukan hubungan sex di luar pernikahan

- Melakukan hubungan sex kepada yang bukan pasangannya.

- Dengan binatang

- Dengan mayat, dll

Ini salah satu dosa yang dilakukan oleh banyak orang dilakukan orang di akhir zaman.

Dosa sex itu bisa menghancurkan kebahagian rumah tangga,  mengakibatkan perceraian, mengakibatkan kehamilan di luar nikah, terjadinya dosa aborsi, akibatkan berbagai macam penyakit dan terjadinya pembunuhan.

Dosa sex ini juga dapat merusak hubungan kita dengan Tuhan.

Ibrani 13:4, I Kor.6:9-10


3. Apa yang harus kita lakukan supaya api Roh Kudus itu tidak padam dalam hidup kita?

a. Kita harus kobarkan terus api Roh Kudus itu dalam hidup kita. 2 Tim.1:6.

Kata "Kobarkan" kata lainnya adalah bangkitkan atau hidupkan. 

Kobarkan disini artinya adalah dikipas supaya menyala semakin besar.

Bagaimana caranya mengobarkan api Roh Kudus itu supaya terus menyala?

Dengan cara kita berdoa dalam roh. I Kor. 14:2-4a.

b. I Tes.5:16-18. 

1 Tesalonika 5:16-18 (TB)  Bersukacitalah senantiasa. 

17 Tetaplah berdoa. 

18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Senantiasa, tetaplah, dan dalam segala hal adalah 3 kata yang menunjukkan kebiasaan (sesuatu yang dilakukan berulang-ulang, atau bahasa lainnya menjadi gaya hidup).

Kalau kita ingin Api Roh Kudus tetap menyala, kita harus melakukan dan menjadikan 3 hal ini menjadi kebiasaan atau gaya hidup kita.


4. Akibat kalau Roh Kudus Padam.

a. Mudah sakit hati

b. Mengandalkan kekuatan diri sendiri dan bukan mengandalkan Tuhan

c. Bosan dalam beribadah

d. Masih melayani tapi spiritnya sudah tidak ada.







Sabtu, 24 Oktober 2020

JANGAN JUAL KEBENARAN


Bp. Gembala

Amsal 23:23

Kata "jangan" adalah satu kata yang menyatakan melarang (tidak boleh atau tak usah kita lakukan).

Yang tidak boleh kita lakukan dalam ayat ini adalah menjual kebenaran.

Kata "jual" atau "menjual" artinya ada 3:

a. Memberikan sesuatu kepada orang lain untuk memperoleh uang pembayaran.

b. Menggunakan cara-cara jahat untuk kepentingan pribadi.

c. Mengkhianati.

Jual itu lawannya adalah beli.

Amsal 23:23 mengatakan bahwa kita diperbolehkan membeli kebenaran tapi tidak di perbolehkan menjual kebenaran.

Kenapa sampai datang kebenaran firman Tuhan ini? Karena banyak orang percaya yang menjual kebenaran itu dalam hidup hidup mereka.


Kita akan melihat 3 hal dalam ayat ini.

A. Apakah Kebenaran itu?

Dalam Yohanes 18:38 

Yohanes 18:38 (TB)  Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"

Dalam bahasa Ibrani "Emen", Yun "Aletheia":

a. Menyatakan apa yang sesuai dengan kenyataan

b. Hal yang otentik yang dapat dipercaya atau yang asli.

c. Dapat diandalkan semata-mata benar.

Siapakah sesungguhnya yang dimaksud kebenaran itu? Yoh.14:6, Yoh.17:17, Yoh.18:37.

Dari 3 ayat ini dapat kita lihat siapa sesungguhnya kebenaran itu. Kebenaran itu tidak lain adalah Yesus sendiri.

Orang yang percaya kepada Yesus sebagai kebenaran, orang itu punya kebenaran dalam hidupnya. Dan Yesus mengehendaki mereka hidup dalam kebenaran.

Kebenaran itu bukan sesuatu yang ada di otak atau pikiran kita tapi Kristus berdiam di dalam hati kita.

1 Petrus 2:24 (TB)  Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Amsal 11:19 (TB)  Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian. 


2. Apakah Membeli Kebenaran Itu?

Kata membeli:

a. Memperoleh sesuatu melalui pembayaran.

b. Memperoleh sesuatu dengan pengorbanan yang berat.

Membeli kebenaran yang dimaksud oleh Amsal adalah pengorbanan untuk mendapatkan kebenaran itu. Jadi bukan seperti membeli barang dimana kita mengeluaran uang untuk mendapatkan barang itu.

Ada 3 contoh untuk membeli kebenaran:

1. Mat.6:33. Orang itu mencari dahulu kerajaan Allah dan kebebarannya.

Cari berarti ada usaha yang kita lakukan.

Matius 6:31-32 (TB)  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

2. Mat.3:37. Orang yang membeli kebenaran orang itu akan hidup di dalam kejujuran.

Orang yang hidup dalam kejujuran Amsal 11:3 berkata "Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya"

Kolose 4:1 (TB)  Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.

3. I Pet. 3:14. Orang itu rela menderita karena kebenaran itu.

1 Petrus 2:20-21 (TB)  Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.


3. Apakah Menjual Kebenaran itu?

Menjual kebenaran:

a. Meremehkan kebenaran

b. Mengkhianati kebenaran

Kitab Amsal ini di tulis oleh raja Salomo. Dan raja Salomo adalah salah satu contoh orang yang jual kebenaran. Saat raja Salomo mulai kuat, ia menjadi raja yang disegani, ia banyak menerina upeti dari raja lain, ia mulai jual kebenaran, ia kawin dengan banyak wanita dari bangsa-bangsa lain. Dampaknya Salomo mulai menyembah patung pahala dari istreri-isterinya tersebut. Janganlah kita menjadi raja Salomo ini.

Contoh berikutnya yang menjual kebenaran adalah Esau, anak sulung Yakub.

Ibrani 12:16-17 (TB)  Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. 

Hak kesulungan itu bicara keselamatan yang kekal. 

Apakah orang percaya bisa menjual kebanaran? Sangat bisa. Caranya? Bisa demi mendapatkan harta kekayaan, pasangan hidup, proyek, jabatan dan kedudukan, kenikmatan hidup seperti Esau dll.

Mengapa orang bisa menjual kebenaran?

1. Karena menganggap murah atau rendah kebenaran itu.

2. Karena menganggap yang sementara lebih berharga dari yang kekal.

2 Korintus 4:18 (TB)  Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

2 Korintus 5:10 (TB)  Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. 





















Sabtu, 10 Oktober 2020

Menjadi Penyembah Yang Benar (part 2)



Minggu, 11 Okt 2020

MENJADI PENYEMBAH YANG BENAR (part 2).

2. Menyembah di dalam roh 

Mengapa kita harus menyembah di dalam roh? Karena dengan roh kita dapat berhubungan dengan Allah yang adalah Roh kapanpun dan dimanapun.

Roh kita yang dikuasi oleh Roh Kudus akan mampu memberikan kekuatan kepada tubuh dan jiwa kita untuk menyembah kepada Allah yang benar.

Sekalipun tubuh kita sedang sakit atau sedang mengahapi masalah namun Roh Kusus memampukan kita untuk menyembah Allah yang benar.

Penyembahan yang tidak terbatas adalah ketika roh kita selalu berhububgan dengan Allah.

Dalam PB kata menyembah ini di tulis dengan kata "Proskuneo".

Kata ini mengandung 3 arti:

a. Mencium. 

Mencium ini dilakukan dari dekat bukan dari jauh. Menyembah atau mencium ini artinya yang menyembah dan yang di sembah ada hubungan yang dekat dan intim.

Kenapa penyembah itu harus punya hububgan yang dekat dengan yang disembah?

Mat.15:8-9 karena ada yang yang menyembah tapi hubungannya tidak intim atau tidak dekat dengan yang di sembah. Hati merrka jauh dari Allah yang disembah. Dan penyembahan yang seperti iti dikatakan percuma.

b. Seperti anjing menjilat tangan tuannya.

Waktu anjing menjilat tangan tuannya itu artinya anjing itu sedang mengekspresikan kasihnya, kesetiaannya, ketaatannya kepada tuannya.

Jadi waktu kita menyembah Allah dalam roh itu karena kita mengasihi, setia dan taat kepada Allah.

c. Bersujud atau tersungkur di dalam pemujaan atau penghormatan.

Wahyu 4:10-11. 


3. Menyembah Dalam Kebenaran.

Apa artinya menyembah dalam kebenaran?

Apa kebenaran itu?

Yoh.17:17. Kebenaran itu adalah Firman Allah. Jadi kalau orang itu menyembah dalam kebenaran, orang itu menyembah Allahnya sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

Apakah menyembah sesuai dengan firman Tuhan itu?

a. Menyembah mengikuti apa yang firman Tuhan kayakan, bukan mengikuti cara kita, kehendak atau selera kita.

Ibrani 12:28.

b. Penyembahnya itu hidup di dalam kebenaran.

3 Yoh.1:3-4.