Sabtu, 28 Agustus 2021

UPAH ORANG BERIMAN

Pdt. Samuel M. Karundeng

UPAH ORANG BERIMAN.

Ibrani 11:6.


Ibrani 11:6 (TB)  Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. 


Kita akan melihat 3 hal lewat ayat ini.


1. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. 


Apa itu Iman?

Ibrani 11:1 (TB)  Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.


Mengapa kita harus punya iman?

Iman adalah cara untuk membedakan mana yang menjadi milik Tuhan dan mana yang bukan milik Tuhan.


Yang di maksud "Tanpa iman" disini maksudnya adalah perbuatan yang dilakukan tanpa iman.


Contoh:

Melakukan pekerjaan dengan kehendak sendiri, kekuatan sendiri, tidak berdasarkan pada keyakinan iman, dll. Itulah yang dimaksud tanpa iman. Waktu kita melakukan semua ini tanpa iman, Ini tidak berkenan kepada Allah.


TL: mustahil kita diperkenan Allah.

T.lain: Tidak mungkin menyenangkan hati Allah.


Mengapa tanpa iman tidak berkenan kepada Allah?

Roma 14:23 (TB)  Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.


Coba kita lihat apa yang kita lakukan setiap hari, berdasarkan iman atau tidak berdasarkan iman. Yang tidak berdasarkan iman adalah dosa dihadapan Tuhan.


Yakobus 2:17, 20 (TB)  Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?


Waktu kita melakukan sesuatu tanpa iman, iman kita mati atau kosong.


2. Barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada.

Orang yang beriman pasti ia berpaling kepada Allah. Waktu ia berpaling kepqda Allah ia harus percaya bahwa Allah itu ada.


Kata "berpaling" artinya mendekati Allah, menghampiri Allah, tinggal di hadirat Allah karena ia percaya bahwa Allah itu ada, bukan merasa Allah ada.


Coba lihat ayat 5.

Ibrani 11:5-6 (TB)  Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

6.Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. 


Ayat ini berhubungan dengan Henokh. Henokh dikatakan orang yang berkenan kepada Allah karena ia percaya bahwa Allah ada. Dimana kita tau Henokh percaya bahwa Allah ada? Henokh bergaul dengan Allah 300 tahun. 


Apakah hanya Henokh yang hidup saat itu? Tidak. Tapi hanya Henokh yang bisa hidup bergaul dengan Allah samlai 300 tahun karena ia percaya bahwa Allah itu ada.


Kejadian 5:22-24 (TB)  Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. 

24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.  


Henokh ada keluarga. Tapi keluarganya tidak menjadi penghalang bagi Henokh untuk bergaul dengan Allah.


Yohanes 20:29 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."


3. Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. 


Sungguh-sungguh artinya rajin atau sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan. 


Bagi orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan, Tuhan akan memberikan upah kepada orang itu.


Galatia 6:7 (TB)  Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.


Upah adalah hasil dari perbuatan atau pekerjaan kita. Ini tidak sama dengan anugerah atau kasih karunia. Upah bergantung pada usaha dan pekerjaan kita.


Upah yang diberikan Tuhan disini ada dua:

1. Upah jasmani

2. Upah Kekal.


1 Timotius 4:8 (TB)  Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini (berkat jasmani) maupun untuk hidup yang akan datang (berkat jasmani atau upah kekal).


Matius 6:33 (TB)  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.


Ibrani 11:5 (TB)  Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.


Ibrani 11:5 berbicara tentang upah kekekalan.

Sabtu, 19 Juni 2021

IMAN HABEL

IMAN HABEL.



Ibrani 11:4 (TB)  Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. 


Habel adalah tokoh iman yang pertama-tama ditulis dalam Ibrani 11 ini. Siapa Habel? Dia adalah anak ke dua dari Adam dan Hawa. Kakaknya adalah Kain. Kain dan Habel ini mempunyai pekerjaan yang berbeda. Kain sebagai Petani, Habel sebagai peternak. Tapi ketika suatu saat keduanya mempersembahkan korban kepada Tuhan, Tuhan mengindahkan korban Habel tapi tidak mengindahkan korban Kain.


Mengapa ada perbedaan ini? Dikarenakan Habel persembahkan korbannya dengan iman, sedangkan Kain bukan dengan Iman.


Dari mana kita tahu Habel mempersembahkan korban berdasarkan Iman?


1. Habel mengerti Rahasia Penebusan Dosa

Kejadian 3:21 (TB)  Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.


Itulah sebabnya kenapa Habel mempersembahkan korban dari binatang domba.


Persembahan Habel adalah bayangan dari korban Anak Domba Allah yang dipersembahkan untuk menebus dosa manusia. Yohanes 1:29.


Roma 3:25 (TB)  Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. 


Jadi korban Habel bicara korban Yesus yang mana dari darah itu terjadi penebusan dosa manusia.


2. Habel hidupnya benar.

Ibrani 11:4 (TB)  Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. 


Habel berkenan karena ia orang benar, sedangkan Kain orang jahat.


Dalam ayat itu dikatakan korban Habel lebih baik dari Kain karena Habel orang benar. Jadi Tuhan lihat orangnya dulu baru persembahannya.


Bandingkan dengan Kain.

1 Yohanes 3:12 (TB)  bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. 


Kejadian 4:6-8 (TB)  Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? 

7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. 


3. Habel Mempersembahkan korban dari anak sulung kambing dombanya.


Kejadian 4:4 (TB)  Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu.


Ini artinya Habel menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam hidupnya. Karena itulah Habel memberi korban yang terbaik dari anak sulung ternaknya. Ini bicara soal sikap Iman Habel.


Mengapa kita harus memberikan yang terbaik kepada Tuhan?


a. Karena Ia adalah Tuhan yang maha besar. Maleakhi 1:11 (TB)  Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam. 


b. Karena semua yang telah kita miliki semua dari Tuhan (Kesehatan, kepintaran dll.)

Ulangan 8:17-18 (TB)  Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.

18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.


c. Karena Ia mengasihi kita dan rela menyerahkan anak tunggalnya untuk kita.

Apapun yang kita berikan tidak bisa menandingi apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita untuk menebus dosa-dosa kita.


d. Persembahan yang terbaik menunjukkan bahwa kita mengasihi Tuhan.


Lukas 7:44-48 (TB)  Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.

45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.

46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.

47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."

48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."


4. Karena Iman, darahnya masih berbicara kepada Tuhan.

Ibrani 11:4 (TB)  Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. 


Untuk apa darah Habel bicara kepada Tuhan? Untuk menuntuk pembalasan dari Tuhan sebagai Hakim yang Benar.


Kejadian 4:10 (TB)  Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.  


Ternyata siapapun yang mati syahid, darahnya berbicara kepada Tuhan menuntut pembalasan dari Tuhan.


Wahyu 6:9-11 (TB)  Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.

10 Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"

11 Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. 



Rabu, 19 Mei 2021

TUJUAN IMAN

Pdt. Samuel M. Karundeng - Gembala Jemaat GPdI Ora Et Labora, Tanjung Karang.

Tujuan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah arah, haluan, yang di tuju atau maksud. Semua yang ada di dalam dunia ini, yang diciptakan dan dijadikan oleh Allah, semua ada tujuannya.

# Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, ada tujuannya.

# Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan, ada tujuannya

# Bahkan manusia memnciptakan sesuatu pun ada maksudnya, dll

Demikian juga dengan Iman. Waktu kita hidup oleh Iman, maka ada tujuan dari Iman itu.


Apa Tujuan Iman Itu?

I Petrus 1:9. 

Tujuan Iman itu bukanlah perkara-perkara duniawi atau lahiriah seperti kekayaan, kedudukan, jabatan-jabatan atau kesembuhan-kesembuhan. Tapi tujuan iman adalah keselamatan jiwa. Keselamatan jiwa artinya jiwa atau pembebasan jiwa dari dosa dan kematian.

Apakah waktu kita hidup oleh Iman maka kita langsung sampai pada Tujuan Iman itu? Belum.

Bagaimana agar kita mencapai pada tujuan iman kita?

1. I Petrus 1:6. Iman kita harus melalui proses pemurnian lewat api pengujian yaitu berbagai-bagai pencobaan.

- Berbagai-bagai pencobaan yang kita hadapi tersebut, dikatakan hanya "seketika". Seketika itu artinya sementara waktu, sedikit masa atau tidak terlalu lama.

- Tujuan dari datangnya berbagai-bagai pencobaan adalah untuk membuktikan (=memperlihatkan) kemurnian iman kita. Sebagaimana Emas diuji kemurniannya dengan api, demikian juga iman akan diuji oleh api pencobaan.

- Ayub 23:10. Dalam ayat ini Ayub berkata, "Seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.


2. I Petrus 1:8. Kita harus belajar mengasihi Dia dan percaya kepada Dia.

- Hal ini dikarenakan Dia yang kita kasihi dan percayai tidak kelihatan. Karena itulah kita BELAJAR mengasihi Dia, percaya kepada Dia meskipun Dia tidak kelihatan.

Catatan: Lebih mudah mengasihi dan mempercayai seseorang yang kelihatan daripada yang tidak kelihatan.

- Yohanes 20:29. "Berbahagilah mereka yang tidak melihat, namun percaya.


Ada 2 Hal tentang Keselamatan Jiwa sebagai Tujuan Iman:

1. I Petrus 1:8-9. Membuat kita bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan (tidak terbayangkan, tidak terlukiskan)

2. I Petrus 1:10-12.

- Nabi-nabi hanya bisa bernubuat, menyelidiki dan meneliti tapi mereka tidak mengalami karena zamannya tidak sama.

- Malaikat-malaikat ingin mengetahui tapi tidak mengalami keselamatan, sebab malaikat adalah makhluk kekal dan tidak terdiri dari tubuh dan daging sebagaimana hanya manusia.

Tuhan Yesus Memberkati.



Kamis, 01 April 2021

BERDIRI TEGUH DALAM INJIL

Pembicara: Pdt. Samuel M. Karundeng.



Paskah berbicara tentang kematian dan kebangkitan Yesus. Jika Yesus hanya mati dan tidak bangkit, maka sia-sia iman kepercayaan kita karena kita akan binasa dalam dosa kita. Tapi kita bersyukur, pada hari yang ketiga Yesus bangkit. KebangkitanNya dari kematian menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang hidup. 


Dalam firman Tuhan pagi ini, saya beri Judul: TEGUH BERDIRI DI DALAM INJIL


1 Korintus 15:1-4 (TB)  Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.

2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 

4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; 


Ayat 3 di mulai dengan kata: yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu. 


Kata "sangat penting" KBBI: sangat utama, sangat pokok atau sangat berharga.


Apakah yang sangat penting yang disampaikan oleh Rasul Paulus itu?

Ay.1-2: Adalah Injil.


Apa sebenarnya Injil itu?

Alkitab disebut Injil. Injil itu adalah kabar baik dan benar. Tidak semua kabar baik adalah kabar yang benar. Karena baik belum tentu benar. Paulus sebut Injil sesuatu yang penting disampikan karna injil itu kabar baik dan kabar benar.


Apa kabar baik dan kabar benar dari Injil itu? Yesus telah mati bagi dosa-dosa kita dan pada hari yang ketiga Ia di bangkitkan.


Dimana kabar benarnya? Apa yang disampaikan oleh Rasul Paulus itu sesuai kitab suci (tidak menyimpang dari kitab suci). Kitab Suci dalam TL: Nas Alkitab. Dalam terjemahan BIS: Tertulis dalam Alkitab.


Alkitab adalah firman Tuhan, bukan firman manusia. 


Jangan geser Alkitabmu dengan yang lain, jangan geser kebenaran firman Tuhan dengan yang lain. Karena firman Tuhan adalah kabar baik dan benar, tidak pernah sampaikan kabar bohong atau tidak benar.


Paulus berkata: Yesus mati bagi dosa-dosa kita. Apa artinya ini? Artinya jika Yesus tidak mati maka kita tidak memiliki keselamatan. Karena Yesus mati berarti Yesus benar-benar dikuburkan. Orang yang dikuburkan karena mengalami fase kematian. Karena Yesus benar-benar mati makanya Ia dikuburkan. Waktu Yesus bangkit dari kematian, Yesus mengalahkan kuasa maut atau kuasa kematian itu. Dan kebangkitanNya dari orang mati membuktikan bahwa Yesus adalah Allah yang berkuasa.


Sebagai orang percaya, karena injil adalah kabar baik yang didalamnya kita diselamatkan, kita harus teguh berdiri di dalam injil itu. Artinya  jangan mau digeser oleh apapun dari injl: karena pasangan, jabatan dll.


Apa arti teguh berdiri dalam Injil?

1. Filipi 1:27. Hidup berpadanan (sesuai, selaras) dengan injil Kristus. Gaya hidup kita harus sesuai, selaras, sesuai dengan injil Kristus.

# Dalam pekerjaan

# Dalam Kuliah atau pendidikan

# Dalam berpakaian

# Dalam berdagang


2. I Korintus 15:58. Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan.

Selalu: tidak berhenti, tidak ada alasan untuk berhenti.

# TL: senantiasalah berusaha dalam pekerjaan Tuhan.

# BIS: Bekerjalah terus untuk Tuhan dengan sungguh-sungguh.

# T. Lain: senantiasa berkelimpahan dalam pekerjaan Tuhan.

# T. Lain: bersungguh-sungguhlah dalam pengabdianmu kepada Tuhan.


Apa pekerjaan Tuhan? Adalah pelayanan yang ada di dalam gereja dan diluar gereja.


3. Tetap percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

# Imannya hanya kepada Yesus.

# Hati2 dengan tawaran di pandemic ini yang membuat orang percaya menyangkal Yesus.


Kenapa harus tetap percaya?

Kisah Para Rasul 4:12 (TB)  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."





Minggu, 21 Februari 2021

IMAN BIJI SESAWI

IMAN BIJI SESAWI

Pdt. Samuel M. Karundeng.



Minggu, 21 Februari 2021


Matius 17:20 (TB)  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. 

Matius 13:32 (TB)  Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

Sesawi yang dimaksud disini bukanlah sayuran sawi seperti yang kita kenal, tapi tumbuh di Isrel dan berkembang sampai ke eropa dan india. Sesawi adalah  merupakan sayuran rempah-rempah.

Alkitan berkata Biji Sesawi adalah benih yang paling kecil dari semua jenis benih. Diameternya kurang lebih 1 mm. Jadi sangat kecil sekali. Namun biji sesawi ini ketika di tanam, bisa tumbuh besar dan tinggi bisa sampai kurang lebih 3 meter atau  3000 kali lipat dari ukuran bijinya.

Biji sesawi itu adalah gambaran dari sesuatu yang kecil tetapi dapat bertumbuh menjadi sesuatu yang besar. Firman Tuhan menulis tentang Biji sesawi ini dihubungkan dengan iman kita, "Sekiranya kamu mempunyai Iman sebesar biji sesawi saja..."


Ada 3 hal yang akan kita lihat tentang Iman Biji Sesawi ini.


1. Kepada siapa Yesus mengatakan tentang Iman sebesar biji sesawi ini.

Mat.17:20. "Sebab Aku berkata kepadamu" Bukan kepada orang lain yang tidak percaya dan tidak mengenal Yesus, tapi menunjuk kepada murid-murid Yesus. Orang yang selalu bersama Yesus, yang selalu mendapat pengajaran dari Yesus. Murid- murid itu berbicara juga tentang kita orang percaya, "Ia berkata kepada mereka (murid-mridNya)."


2. Mengapa Yesus mengatakan tentang Iman Biji Sesawi ini kepada murid-muridNya?

Matius.17: 20. Karena mereka kurang percaya.

Dimana kita melihat murid-murid itu kurang percaya?

Mat.17:14-19. Karena mereka tidak dapat mengusir roh jahat dari seorang anak.

Cerita ini di tulis dalam 3 Injil, Matius menulis anak ini sakit Sakit Ayan. Ayan dalam bahasa medis adalah Epilepsi. Epilepsi adalah gangguan organ tubuh yang menyerah sistim otak. Markus 9: Sakit bisu dan tuli, penyebabnya kerasukan roh Jahat. Mat.17, kerasukan roh jahat. 

Ayah anak ini sudah membawanya kepada murid-murid Yesus, tapi murid-muridNya itu tidak bisa mengusir roh jahat dari anaknya itu. Karena itu dia membawa anaknya tersebut kepada Yesus.

Mengapa murid-muridNya tidak bisa mengusir roh jahat itu? Karena mereka kurang percaya. 

Kurang percaya itu artinya:

1. Percaya tapi tidak percaya.

2. Percaya tapi tidak percaya kepada kuasaNya.

3. Percaya tapi tidak mempercayakan hidupnya kepada Yesus.

Percaya dalam bhs Ibr: "Aman" yang artinya keadaan yang benar dan dapat diandalkan untuk menyatakan rasa percaya kepada  Allah dan firmanNya.

Iman dan percaya itu pada dasarnya keduanya sama. Hanya saja perbedaannya adalah Iman itu kata benda, Percaya itu kata kerja.

Murid-murid Yesus yang melihat banyak mujizat dan mendapat banyak pengajaran dari Yesus ternyata mereka kurang percaya sehingga tidak dapat mengusir setan itu.

Mengapa sampai mereka kurang percaya?

Matius 17:20-21. Karena mereka kurang berdoa dan kurang berpuasa. Iman biji sesawi didapat dengan didukung doa dan puasa. 


3. Apakah Iman Sebesar Biji Sesawi itu?

a. Iman yang kecil tetapi di tujukan kepada Allah yang besar.

Iman biji sesawi adalah sesuatu yang terlihat kecil dimata manusia tetapi berharga di mata Allah.

# Kita bisa dalam cerita tentang Daud yang kecil melawan Goliat (I Samuel 17:40-51)

Sebelum terjadi pertempuran itu, Goliat sempat menganggap remeh Daud dengan berkata, "anjingkah aku sehingga engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Meskipun Daud kecil dan diremehin Goliat tapi Daud punya iman kepada Allah. Apa yang terjadi, Goliat Tumbang.


# Kita bisa lihat juga dalam kisah wanita pendarahan. (Mat.9:18-22)

Wanita ini sudah pergi berobat ke berbagai tabib dimana-mana, namun penyakitnya tidak sembuh-sembuh, sampai akhirnya wanita ini mendengar tentang Yesus, sehingga sekali waktu Yesus datang dengan kerumunan orang banyak sehingga wanita ini sulit bertemu dengan Yesus. Tapi karena imannya kepada Yesus, wanita ini berusaha menyelinap ditengah-tengah kerumunan orang banyak itu dan berkata, "Asal kujamah saja jubahNya aku akan sembuh". Itulah iman biji sesawi. Kecil tapi di tujukan kepada Allah yang besar.


b. Iman yang hidup.

Hidup artinya tidak statis tapi bertumbuh, berkembang dan menghasilkab buah. Iman yang hidup ini akan kita memiliki waktu kita bersandar dan berharap kepada Allah yang hidup.


c. Iman pribadi kita (Mat. 17:17, Mark.9:22-24). 

Kata "Aku percaya" menunjukkan Iman Pribadi.


d. Iman yang Kontekstual.

Iman kontekstual adalah Iman yang peka dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi (ay.15).

Mat.17:20. Kata memindahkan gunung dalam ayat Ini tidak sedang berbicara demonstrasi memindahkan gunung. Tapi ayat ini berbicara tentang sesuatu yang mustahil. Tapi karena ada iman sebesar biji sesawi, hal yang mustahil (tidak mungkin atau masuk akal) menjadi tidak mustahil. Iman itu bicara percaya pada sesuatu yang belum terjadi tapi di percaya akan terjadi.




Sabtu, 13 Februari 2021

MEMPERTAHANKAN IMAN (Bag.2)

Minggu, 14 Februari 2021.



B. BAGAIMANA CARA MEMPERTAHANKAN IMAN 

Ada 5 Cara mempertahankan Iman.

1. Selalu Berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Kata "Jemu" dalam KBBI: Bosan, tidak suka lagi

Jemu dalam Alkitab artinya tidak menyerah, tidak kehilangan hati.

Mengapa kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu?

a. Karena banyak orang suka jemu berdoa.

b. Karena jawaban doa itu bisa tertunda dalam waktu yang lama (seperti yang ditulis dalam kisah janda ini).

Lukas 18:4 (TB)  Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun,

5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."

Kalau Tuhan menunda doa kita, itu karena waktunya Tuhan belum tiba dalam hidup kita atau kata lainnya ada rencana Tuhan tertentu dalam hidup kita.

Ex: Yohanes 11: Tentang Lazarus di bangkitkan.

# Yesus menunda membangkitkan Lazarus

Ex: Kej. 40, 41 : Tentang Yusuf dalam Penjara.

# Juru minuman melupakan Yusuf dalam Penjara.

Saat kita mengalami jawaban doa yang tertunda, disitulah kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu.

c. Karena Tuhan menguji ketekunan kita berdoa.

Lukas 18:7 (TB)  Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

2. Kita Harus memiliki Hati Nurani yang Murni. I Timotius 1:19. 

Hati Nurani yang murni itu lawan kata dari hati yang kotor atau keras.

Hati Nurani yang Murni, menurut KBBI: Hati yang mendapat cahaya Tuhan.

Menurut Alkitab, Hati Nurani Yang Murni: Hati yang di penuhi dengan kebenaran firman Tuhan. Merekalah yang mampu mempertahankan imannya di akhir zaman. Orang yang hatinya tidak murni, iman mereka akan kandas di akhir zaman.

Hati Nurani yang murni:

# bukan berarti tidak ada kesalahan, tapi dia mau di ajar oleh kebenaran firman Tuhan. 

# Dia selalu bergumul dalam kebenaran. 

# Bukan berarti sudah sempurna, tapi ia membawa hidupnya menuju kesempurnaan. 

Kisah Para Rasul 24:16 (TB)  Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. 

3. Tanah Hati Kita, Jangan yang berbatu-batu.

Matius 13:20-21 (TB)  Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.

21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

4. Kita Harus Sungguh-sungguh mencari Tuhan.

Ibrani 11:6 (TB)  Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. 

Ibrani 10:25 (TB)  Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. 

5. Kita Harus Rela Menderita.

2 Timotius 1:12 (TB)  Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. 


Sabtu, 06 Februari 2021

MEMPERTAHANKAN IMAN

MEMPERTAHANKAN IMAN.


Pdt. Samuel M. Karundeng

MEMPERTAHANKAN IMAN.

Lukas 18:1-8 (TB)  Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun.

3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.

4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun,

namun karena janda ini menyusahkan aku, 5 baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."

6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!

7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Perikop yang sudah kita baca yang ada 8 ayat di dalamnya, diakhiri dengan sebuah pertanyaan yang berhubungan dengan iman. "Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" Ay.8b.

Kenapa perikop ini diakhiri dengan kedatangan Yesus yang kedua kali?

Anak manusia disini adalah Yesus. Kedatangan Yesus disini menunjuk kepada kedatanganNya yang kedua kali.

Lukas 17-18 ada 2 kali di tulis tentang kedatangan Yesus yang kedua kali. Jadi tidak heran kalau ayat ini diakhiri dengan kedatangan Yesus.

Apa yang bisa kita lihat dan renungkan dari perkataan Yesus: "Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

a. Tersirat kesedihan hati Yesus.

Dalan TL "Adakah Aku jumpa di atas bumi ini"?

b. Apakah pertanyaan Yesus ini menyentuh hati kita atau biasa-biasa saja? 

c. Apakah pertanyaan Yesus akab membuat kita semakin beesungguh-sungguh mengikut Yesus dan berubah?

d. Berarti iman itu bukan perkara sederhana dan mudah di pertahankan.

e. Pertanyaan ini ada ada dua jawaban dengan dua kemungkinan?

# Iman masih didapatkan tapi hanya sedikit.

# Iman tidak didapatkan lagi.


A. MENGAPA IMAN DI AKHIR ZAMAN SULIT DIPERTAHANKAN?

1. Karena Iblis tau waktunya sudah dekat.

Wahyu 12:12 (TB)  Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat." 

Karena Iblis tau waktunya sudah singkat. Karena itu Iblis turun menyerang iman orang percaya dengan geramnya yang dahsyat.

"Geram": Marah sekali, naik darah.

"Dahsyat": hebat, luar biasa, menakutkan, mengerikan.

Waktu mereka lihat Iblis menyerang dengan geramnya yang dahsyat, maka mereka akan takut dan tidak mampu mempertahankan imannya. Jadi tidak salah kalau Yesus berkata, "jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Cara marahnya Iblis:

1 Petrus 5:8 (TB)  Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Untuk apa Singa/Iblis mengaum? 

Untuk menebar ketakutan kepada binatang lain. Orang Kristen yang imannya biasa-biasa saja, mereka itulah yang akan ditelan oleh Iblis.


2. Karena mereka murtad.

1 Timotius 4:1 (TB)  Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

Kata "Murtad"

TL: Gugur dari pada iman.

BIS: Mengingkari Kristus.

T.Lain: Meninggalkan imannya.

Kenapa mereka bisa murtad di akhir zaman? Karena merekan mengikuti roh-roh penyesat dan setan-setan.

Sering terjadi dalam hidup orang yang sedang dalam tekanan: misalnya utang-piutang, sakit penyakit, dll. Mereka akan cari solusi cara yang cepat kepada dukun-dukun, orang pintar, Taipak, dll. Inilah yang disebut dengan roh-roh penyesat.


3. Karena Langit dan Bumi akan Hancur.

2 Petrus 3:10-13 (TB)  Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.  

11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 

12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. 

Karena itu 1 Petrus 2:11 (TB)  Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.

Dibumi ini kita hanya pendatang dan perantau. Artinya bumi ini bukan tempat tinggal kita. Karena bumi ini akan di bakar oleh Tuhan.

B. BAGAIMANA CARA MEMPERTAHANKAN IMAN (bersambung minggu depan)